Teror Dan Intimidasi Terhadap aktivis HAM Papua, Yones Douw

Primary tabs

25 Apr 2014
JPIC Synod GKI
Pada Tanggal 23 April 2014 jam 11:30 (WIT), ketika Yones Douw, seorang pembela HAM yang bertugas untuk KPKC (Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan) Gereja KINGMI Papua, berjalan kaki di jalan Merdeka kota Nabire ke arah Ojehe, Dia dihadang oleh Petugas Polisi yang bernama IMAM M, di depan Kantor Keuangan Pemda Kota Nabire.
 
Percakapan :
 
Aparat Polisi ini bertanya kepada Yones Douw: “Bapak mau kemana?“ Yones Douw menjawab: “Saya mau menuju ke Ojehe, tetapi saya singgah di kantor KPU dulu untuk memantau dan melihat situasi di situ“, lalu Aparat Polisi itu bertanya kembali: “Bapak dari lembaga mana?” Yones Douw menjawab: “Saya aktivis HAM”, lalu, Polisi IMAM M bertanya: “Di mana Kartu HAM?“, Yones Douw menjawab: “Kami tidak punya kartu HAM tetapi kami aktivis dari Gereja KINGMI. Aparat Polisi Pak IMAM M berkata: “Tidak, bapak tidak bisa lewat. Bapak harus kembali saja.” Yones Douw menjawab: “Saya mau jalan lurus ke bawah“, tetapi tetap dilarang oleh Pak Polisi IMAM M. Yones Douw berkata: “Saya sedang menjalankan tugas dan bapak pun juga menjalankan tugas, untuk mengamankan kegiatan pleno ini”. Berdasarkan pernyataan dari Yones Douw, Petugas Polisi IMAM M bersikap keras dan menghalangi Yones Douw secara fisik. Kemudian Yones Douw berkata: “ Silahkan Pukul, saja Pak “.
 
Setelah kejadian itu, ada 5 orang Polisi Dalmas Polres Nabire yang mengarahkan Yones Douw untuk kembali dan salah satu petugas polisi mengancam Yones Douw dengan menaruh tangannya dekat pistol seperti mau cabut pistol yang digantung di sabuknya. Pada saat Yones Douw diarahkan kembali, seorang anggota Polres yang benama SERMA SUKIFRI, dan berada didalam Mobil Water Kanon, bersebelahan dengan petugas Sopir Trek Dalmas, berteriak “BUNUH SUDAH, TEMBAK DIA SUDAH, HAJAR DIA SUDAH.”
 
Petugas Polisi SERMA SUKIFRI mengenal Yones Douw dari sebuah peristiwa pada tahun 2009 di pasar Tumartis Nabire. Waktu itu Petugas tersebut telah mengancam Yones Douw dengan senjata apinya, lalu lepaskan beberapa tembakan kearah lain, karena Yones Douw komplein terhadap kekerasan dan diskriminasi terhadap orang asli Papua yang dilakukan oleh petugas polisi pada saat penyelesaian konflik antara warga setempat.
 
Waktu Yones Douw meninggalkan tempat kejadian dan melewati bagian belakang Mesjid Raya Nabire, petugas Polisi lain berteriak kepada-Nya dengan perkataan :
 
1. Petugas HAM tidak jelas,
2. Petugas HAM Propokator,
3. Kamu yang kasih makan kah? 1 bulan kami jalan tugas setengah mati.
 
Sementara ini Yones Douw melaporkan bahwa perhatian terhadap kegiatan aktivis HAM terus dipantau, maka sering mendapatkan ancaman, teror, dan komentar negatif dari pihak keamanan kota Nabire. Selain itu Yones Douw mengharapkan bahwa tindakan tegas disiplin akan diberikan kepada Petugas Polisi atas nama SERKA SUKIFRI. Terpisah dari peristiwa ini, Yones Douw menilai bahwa tindak intimidasi serta ancaman terhadap aktivis HAM di Nabire semakin meningkat.