Keterangan Saksi A De Charge Kuatkan Adanya Dugaan Salah Tangkap

6 Apr 2022
LBH Kaki Abu

Siaran Pers Perkembangan Sidang Sorong 6

Keterangan Saksi A De Charge Kuatkan Adanya Dugaan Salah Tangkap 

Persidangan enam tahanan politik dari Sorong (Sorong 6) telah sampai pada tahap pemeriksaan saksi a d charge atau saksi meringankan. Keterangan dua saksi meringankan yang dihadirkan pengacara dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Makassar dan daring pada Selasa, 5 April 2022, itu menguatkan dugaan bahwa terdakwa MS dan AY merupakan korban salah tangkap dan tidak terlibat pembunuhan empat anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Pos Koramil Persiapan (Posramil) Aifat Selatan, Kab. Maybrat, 2 September 2021.

Saksi meringankan pertama, Ayub Iek, menerangkan bahwa MS berada bersamanya di Kampung Susumuk saat kejadian. MS tinggal di kampung itu karena tengah studi di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Aifat. Sementara saksi meringankan kedua, Welmina Waymbewer, mengaku tengah bersama YW saat kejadian.

Pagi hari setelah kejadian, Welmina dan YW bertanya-tanya saat mendapat kabar insiden pembunuhan terhadap anggota TNI di Kampung Kisor, kampung yang jaraknya 10 km dari Kampung Susumuk dengan medan yang tidak sepenuhnya mudah dilalui kendaraan. Untuk memastikan kabar tersebut, mereka berdua mendatangi Ayub, yang rumahnya bersebelahan. Di sana mereka berempat, termasuk MS, sempat minum kopi bersama sambil mendiskusikan kabar yang beredar. Ketika mendengar berita akan ada sweeping oleh aparat keamanan, dengan berkaca pada pengalaman sweeping aparat di banyak tempat di Papua, mereka mengungsi mencari tempat aman karena khawatir jadi korban penganiayaan aparat.

Berdasarkan keterangan dua saksi tersebut, dugaan bahwa MS dan YW adalah korban salah tangkap semakin kuat. Mereka merupakan dua dari belasan nama dalam daftar pencarian orang (DPO) yang dituduh terlibat pembunuhan empat anggota TNI di Kisor. Nama-nama itu pun diduga lahir secara sembarang dari mulut Maikel Yaam, salah satu terdakwa, karena tidak tahan terus-menerus mendapat siksaan polisi setelah ditangkap pada 2 September 2021. Mereka diduga dipaksa mengaku melakukan sesuatu yang tidak mereka lakukan.

Persidangan Sorong 6 terdaftar di PN Makassar dengan nomor perkara 69/Pid.B/2022/PN Mks untuk terdakwa MS, YW, dan Agustinus Yaam, serta 70/Pid.B/2022/PN Mks untuk terdakwa Maikel Yaam, Amos Ky, dan RY. Adapun majelis hakim yang bertugas mengadili perkara tersebut terdiri dari Franklin B. Tamara selaku hakim ketua serta Muh. Yusuf Karim dan Burhanuddin selaku hakim anggota. Sidang selanjutnya untuk perkara yang disebut pertama akan digelar pada Selasa, 19 April 2022, dengan agenda pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eko Nuryanto dan Elson Surjadi Butarbutar. Sedangkan sidang perkara yang disebut terakhir akan dilakukan pada 12 April 2022, masih dengan agenda mendengarkan keterangan saksi meringankan.

 

Sorong, 6 April 2022

LBH Kaki Abu

Narahubung: 0853-9973-6371 (Leo Ijie)