TAPOL Bergabung dengan Petisi Rakyat Papua

25 May 2021

(London, 25 Mei 2021) Hari ini TAPOL meluncurkan sebuah dokumen arahan untuk memberi tahu komunitas internasional alasan Orang West Papua menolak perpanjangan dan revisi Undang-Undang (UU) Otonomi Khusus (Otsus). Demi mendukung suara organisasi akar rumput West Papua, kami turut menjadi bagian dari gerakan organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Petisi Rakyat Papua (PRP) sebagai anggotanya yang ke-111.

 

Dokumen tersebut, “Otonomi Khusus: Besar di Anggaran, Minim di HAM dan Demokrasi”, menerangkan sejarah Otsus di West Papua, kelemahannya, dan alasan-alasan mengapa banyak Orang West Papua tidak mengharapkan ia dilanjutkan. Salah satu dari rekomendasi kami adalah meminta Pemerintah Indonesia menghormati keinginan gerakan akar rumput yang tergabung dalam PRP.

 

Aksi-aksi unjuk rasa PRP yang menolak revisi dan perpanjangan UU Otsus kerap ditanggapi secara berlebihan oleh aparat keamanan Indonesia. Kami mendukung perjuangan mereka untuk meminta hak atas penentuan nasib sendiri yang sejati bagi Orang West Papua. Sebagai organisasi internasional pertama yang jadi anggota PRP, kami mengajak organisasi internasional lainnya untuk mendukung hak demokratik PRP dalam menolak perpanjangan Otsus.

 

Hari ini, TAPOL dan PRP mengundang berbagai organisasi akar rumput West Papua dan LSM untuk menyatakan sikapnya dalam seminar daring berjudul “West Papua: Tolak Perpanjangan Otonomi Khusus dan Bebaskan Victor Yeimo”. Victor Yeimo adalah Juru Bicara Internasional PRP yang ditangkap pada 9 Mei 2021. Kami meyakini bahwa ia disasar pemerintah karena peran tersebut. TAPOL dan pengacara Victor Yeimo Veronica Koman mengirimkan laporan ke Prosedur Khusus Dewan Hak Asasi Manusia PBB dua minggu lalu sebagai bentuk protes atas penangkapan dan penahanannya yang sewenang-wenang. Hari ini kami juga meluncurkan video kampanye tentang kasusnya dan memantau kasusnya secara cermat.

 

 

SELESAI

 

Kontak: Pelagio Doutel (pelagio@tapol.org)

Tagged: Otsus