Siaran Pers: AwasMIFEE! dan TAPOL merilis laporan tentang rencana Food Estate di West Papua

29 Apr 2022
By: 
awasMIFEE and TAPOL

Siaran Pers

AwasMIFEE! dan TAPOL merilis laporan tentang rencana Food Estate di West Papua

London (29 April 2022)

Rencana membangun Food Estate atau Lumbung Pangan dengan dalih menjaga ketahanan pangan di Indonesia diumumkan Pemerintah Indonesia saat awal pandemi Covid-19. 

Namun sebagaimana AwasMIFEE! dan TAPOL tunjukkan dalam laporan mereka yang terbaru, ‘Perampasan Tanah dengan Dalih Pandemi: Siapa yang Diuntungkan dari Food Estate di West Papua?’, rencana tersebut tampak akan lebih menguntungkan para konglomerat dan oligarki agroindustri yang dekat dengan pejabat tinggi pemerintah. Lebih lanjut, berdasarkan rencana Food Estate terdahulu dan terbaru, Food Estate berpotensi mengakibatkan kerusakan ekologi dan tersingkirnya Masyarakat Adat West Papua. 

Laporan ini memerinci rencana Food Estate dan keterlibatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Laporan kedua dengan tema terkait akan menjabarkan secara lebih detail keterlibatan Kementerian Pertahanan dan militer dalam proyek tersebut. ‘Perampasan Tanah dengan Dalih Pandemi’ berpendapat bahwa dukungan penuh pemerintah terhadap perusahaan perkebunan di wilayah Papua bagian selatan dan wilayah lain di Indonesia berpotensi meningkatkan tindak pidana korupsi. KLHK juga tampak telah menarik komitmen untuk menghentikan deforestasi di Indonesia, yang mereka nyatakan dalam KTT COP-26 di Glasgow tahun 2021. 

Berbarengan dengan Pemerintah Indonesia yang melarang ekspor minyak sawit karena kelangkaan minyak goreng global, laporan ini menunjukkan bahwa walau Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE) yang dicanangkan sejak 2007 gagal, proyek itu tetap memiliki dampak jangka panjang. Sebagaimana dinyatakan dalam laporan, MIFEE telah menjadi “penyebab utama di balik bertambahnya perkebunan kelapa sawit di area yang berdampak besar pada masyarakat Papua secara sosial, ekonomi, dan ekologis.”

Ketua TAPOL Steve Alston mengatakan: “Masyarakat di Provinsi Papua bagian selatan telah lebih dari 15 tahun menghadapi perampasan tanah dan penggusuran akibat keberadaan perkebunan skala besar. Kami telah mendukung LSM-LSM lokal untuk mengampanyekan hak-hak Masyarakat Adat dan AwasMIFEE! dengan tanpa kenal lelah telah menerbitkan serta melaporkan situasi yang ada. Walau memiliki kuasa untuk meninjau dan menghentikan Food Estate, pemerintah gagal mendengarkan masyarakat setempat. Pemerintah menjanjikan lapangan kerja di perkebunan kepada masyarakat setempat tapi tidak terealisasi karena kemudian mereka tergantikan oleh transmigran dari wilayah Indonesia lainnya.

Ketahanan pangan sebagai alasan Food Estate sebenarnya tidak terlalu kuat, apa yang kami lihat malah penanaman tanaman komersial untuk kepentingan ekspor, dan pemerintah malah berposisi mendukung tujuan tersebut. Di tengah krisis produksi pangan global, kami mendesak pemerintah untuk segera menghentikan rencana Food Estate yang menyingkirkan orang Papua dari tanah mereka, menyebabkan deforestasi, dan pada akhirnya menghancurkan tanah Papua.” (Laporan lengkap: http://s.id/FoodEstateID)

 

Narahubung:
AwasMIFEE: awasmifee@potager.org
TAPOL: campaigns@tapol.org