Kabar Terbaru Victor Yeimo – Persidangan ditunda karena kondisi kesehatan yang memburuk, penanganan medis yang lambat, dan respons dari PBB

21 Sep 2021
By: 
TAPOL

London, 21 September 2021

Pengadilan politik Victor Yeimo ditunda oleh Pengadilan Negeri (PN) Jayapura pada 31 Agustus 2021 sampai Victor dinyatakan sehat secara fisik oleh pihak rumah sakit. Pada hari yang sama, dengan alasan bahwa sidang pokok perkara telah dimulai, PN Jayapura menolak praperadilan yang diajukan Victor untuk mempersoalkan penangkapan dan penahanannya yang melanggar hukum acara.

Victor Yeimo kini ditetapkan sebagai pasien rawat jalan oleh rumah sakit dan ia akan diperlakukan sebagai tahanan kota.

Victor akhirnya dirawat di rumah sakit pada 30 Agustus, meskipun pihak pengadilan telah menerbitkan perintah pembantaran baginya sejak 27 Agustus malam. Jaksa telah dengan sengaja menentang perintah pengadilan dan membuat publik marah. Puluhan orang berdemonstrasi di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua dan rumah dinas Kepala Kejati (Kajati) pada 28 Agustus. Ratusan orang kembali berdemonstrasi di Kejati Papua pada 30 Agustus sebelum akhirnya jaksa menjalankan perintah pengadilan dan membawa Victor ke rumah sakit.

Sejak awal, kondisi kesehatan Victor telah menjadi perhatian saat ia ditahan pada Mei 2021. Kondisi kesehatannya memburuk karena ditempatkan di ruang isolasi serta tidak mendapat makanan dan layanan medis yang baik. Pengacaranya berulang kali meminta agar ia dirawat di rumah sakit tapi pihak berwenang selalu menolak. Ia menjalani pemeriksaan medis ala kadarnya pada 10 dan 20 Agustus. Dalam sidang pertama dan kedua, ia memberi tahu pengadilan bahwa ia belum pernah melihat hasil tes kesehatannya dan tidak pernah mendapat obat atau resep. Ia memohon agar majelis hakim membantunya.

Setelah hampir seminggu menahan hasil medis, jaksa akhirnya membagikan hasil medis tertanggal 20 Agustus—yang menyatakan bahwa Victor Yeimo harus dirawat di rumah sakit—kepada para pengacara Victor Yeimo pada 26 Agustus. Pada hari yang sama, pengadilan menginstruksikan agar Victor dirawat di rumah sakit dari jam 9 pagi hingga jam 6 petang. Jaksa baru muncul untuk membawa Victor ke rumah sakit jam 4 sore. Di rumah sakit, Victor memohon agar tetap tinggal di rumah sakit, tapi ia yang masih dalam kondisi lemah dijemput paksa polisi bersenjata lengkap. Jam 11 malam, pengadilan memerintahkan agar Victor dirawat di rumah sakit.

Demonstrasi damai menuntut pembebasan Victor Yeimo di tujuh kota di Indonesia dalam kurun 15 hingga 30 Agustus 2021 menjadi sasaran penggunaan kekuatan aparat yang berlebihan, yang berujung kematian seorang demonstran bernama Ferianus Asso di Yahukimo, 104 penangkapan, dan 40 demonstran luka-luka. Para demonstran yang ditangkap telah dibebaskan. Organisasi nonpemerintah yang fokus pada isu kebebasan berinternet mencatat bahwa internet di Jayapura padam selama tiga jam berbarengan dengan waktu persidangan Victor.1 Bersama kabar terbaru ini, kami juga menerbitkan laporan tentang demonstrasi-demonstrasi tersebut secara lebih rinci. (lihat pdf)

Setelah kami mengirim laporan tentang penangkapan Victor Yeimo, Pelapor Khusus Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) mempertanyakan kasus tersebut pada Pemerintah Indonesia pada 30 Juni. Surat itu terbuka untuk publik pada 31 Agustus. Kami menyesalkan distorsi fakta yang dilakukan Pemerintah Indonesia dalam menanggapi surat tersebut. Para Pelapor Khusus PBB bagi pembela hak asasi manusia, hak kebebasan berkumpul, hak atas kesehatan dan antirasisme kemarin mengeluarkan pernyataan pers yang menyerukan agar Indonesia memberikan “perawatan dasar yang sangat dibutuhkan” Victor Yeimo. Para ahli PBB juga menyimpulkan bahwa kondisi penahanannya menjurus kepada perlakuan penyiksaan atau keji, tidak manusiawi atau merendahkan martabat. 

Mengingat kondisi kesehatan yang parah dan tuduhan makar yang dihadapi, kami akan menyajikan ringkasan setiap sesi persidangan Victor Yeimo sehingga bisa dipantau dengan baik dan transparan. Kami juga mendorong organisasi internasional dan pakar yang tertarik, untuk turut memantau secara aktif saat persidangannya kembali digelar.

 

SELESAI

 

 

1) Tabloid Jubi, Internet in Jayapura shut down around the time of Victor Yeimo’s trial,  https://en.jubi.co.id/internet-blackout-jayapura-around-victor-yeimos-trial/, 27 August 2021.

Tagged: West Papua