News

28 Jun 2013

Perayaan ulang tahun TAPOL ke 40 ditandai dengan peluncuran Say Sorry for 65, sebuah kampenye menyerukan President Yudhoyono untuk mengakui kebenaran terhadap pembunuhan massal di tahun 1965. Kampanye diluncurkan pada saat malam pembukaan pemutaran film yang mendapatkan banyak penghargaan, The Act of Killing.

Tagged: Impunitas, Kejadian 1965, Suharto, Tahanan Politik
31 May 2013

Dua orang pengacara HAM dari Papua, Olga Hamadi dan Gustaf Kawer, hari ini mendapatkan pengakuan khusus dari juri ‘Lawyers for Lawyers Award’ di Amsterdam, Belanda. Juri yang terdiri dari para ahli hukum menempatkan mereka dalam peringkat ketiga dari nominasi ketat untuk mendapatkan penghargaan,

Tagged: Keadilan & Sidang-sidang, Kebebasan Berekspresi, Papua Barat, Pembela HAM, Tahanan Politik
23 May 2013
Mr Frank La Rue

Setelah pembunuhan, penangkapan sewenang-wenang dan penggunaan kekuatan berlebihan dalam menghadapi demonstrasi damai di Papua pada 30 April dan 14 Mei, TAPOL dan 10 organisasi internasional mendesak Pelapor Khusus tentang Kebebasan Berekspresi untuk mengambil tindakan dan buka komunikasi dengan pemerintah Indonesia.

Tagged: Demonstrasi, Kebebasan Berekspresi, Papua Barat, Tahanan Politik
15 May 2013
Socratez Sofyan Yoman

Opini oleh salah satu pemimpin gereja Papua, yang mengkaji mengapa persis pemerintah Indonesia tidak mau keluarkan ijin buat para wartawan asing yang ingin berkunjung ke Papua.

Tagged: Papua Barat
29 Apr 2013
Laporan baru mendesak Indonesia: hentikan berdalih ‘tidak ada tahanan politik’

Hari ini pemerintah Indonesia digugat karena kebijakaan tentang tahanan politik di Papua Barat. Laporan baru dari TAPOL menggugat pemerintah Indonesia yang selalu menekankan bahwa negara ini tidak memiliki ‘tahanan politik.’

Tagged: Papua Barat, Penyiksaan, Tahanan Politik
12 Apr 2013
Jagal akan dirilis di Inggris pada musim panas

Drama-dokumenter yang mengagetkan ini, Jagal atau The Act of Killing, akan dirilis di bioskop Inggris pada musim panas. Film ini menunjukkan preman setempat di Medan, Sumatera, memerankan kembali pembunuhan kepada orang-orang yang dituduh komunis yang terjadi selama peristiwa menyerikan menjelang kepemimpinan Presiden Suharto di Indonesia pada tahun 1965.

Tagged: Impunitas, Kejadian 1965

Pages