Utikini: Puluhan ditangkap dan ratusan mengungsi

14 Jan 2015
Utikini: Dozens arrested and hundreds flee homes
By: 
Markus Haluk

Pada 1 Januari setelah terjadi penembakan terhadap 2 anggota Polisi dan 1 security PT. Freeport, aparat kepolisian telah menangkap dan menahan di Polres Mimika, 13 orang, masing-masing dengan inisial: KW, KMW, DT, JK, MLW, PM, AW, DW, SM, MIW, MRW, KM dan NW. Mereka saat ini sedang ditahan di Polres Mimika.

Pada 7 Januari Polisi dan TNI menangkap: 116 orang yang terdiri 65 orang laki-laki, 48 perempuan dan 3 anak-anak. Sekitar 92 orang diantaranya hanya karena memiliki id card West Papua Interest Asosiation. Dari 116 orang yang ditangkap, 64 orang saja dimintai keterangan oleh Anggota Polisi.

Kepala Kepolisian Daerah Papua, Inspektur Jenderal Polisi, Drs. Yotje Mende, SH, M. Hum langsung memimpin operasi di Timika dengan 1.576 pasukan dari Satuan Kepolisian Brigade Mobil (Brimob), Satuan Tugas Amole, Komando Distrik Militer, Batolyon Infanteri dan dibantu dengan 2 heli milik Polisi dan Militer. Termasuk standbay force sekitar 500 pasukan Brimob Kepolisian Daerah Papua.

Pada 7 Januari 2015, warga sipil yang berinisial W telah ditembak oleh anggota Brigade Mobil (Brimob).

Sejak kejadian sampai dengan saat ini, gabungan anggota Polisi dan TNI/Militer indonesia telah membakar ratusan tenda-tenda milik warga sipil yang sedang melakukan pendulangan tradisional areal Limbah Freepor. Aparat kepolisian dan Militer juga membakar rumah dan menghamcurkan rumah milik warga sipil di Kampung Utikini, Distrik Tembagapura Mimika Papua.

Beberapa jam yang lalu, seorang pendeta dari tembagapura melaporkan kepada saya bahwa saat ini polisi dan militer indonesia telah mengepung dan menguasai kampung utikini, akibatnya ratusan warga sipil melarikan diri ke hutan. Kemudian akses utama  jalan naik dan turun tembagapura - Timika dikuasai oleh Polisi dan Militer Indonesia. Akibatnya ribuan warga sipil yang bermukim di Distrik Tembagapura hidup dalam tekanan dan intimidasi aparat polisi dan militer.

Akses untuk kami dapatkan informasi dari tembagapura dan Utikini sangat sulit karena polisi dan militer sangat mengusai dilapangan.