Papuan journalist arrested as world calls for Papua press freedom

8 May 2015
Wartawan Yohanes Kuayo ditangkap di Nabire
By: 
TAPOL / Majalah Selengkah

Menurut laporan yang diterima dari Majalah Selengkah, sebuah situs berita Papua independen, wartawan Yohanes Kuayo telah ditangkap di Nabire. Penangkapan ini terjadi satu hari setelah demonstrasi di seluruh dunia menuntut Indonesia untuk menghormati kebebasan media di Papua dan membukakan daerah tersebut untuk wartawan asing, LSM kemanusiaan, dan pengamat hak azazi manusia.  Laporan lengkap dari Majalah Selengkah di publish di bawa.

Kronologi Penangkapan Wartawan MAJALAH SELANGKAH (www.majalahselangkah.com) Atas Nama Yohanes Kuayo Oleh Satgas Polda Papua dan Tim Khusus Polres Nabire Saat Melakukan Tugas Jurnalistik di RSUD Nabire, Kamis 30 April 2015

Kamis, 30 April 2015, Pukul 11: 00 WIT, wartawan (koresponden) majalahselangkah.com wilayah Nabire dan Dogiyai, Yohanes Kuayo pergi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire untuk melakukan peliputan tentang Panglima Tentara Pembebasan Nasional-Organisasi  Papua Merdeka (TPN-OPM) Devisi II Pemka IV  Pembela Keadilan Wilayah Paniai, Leonardus Magai Yogi dan dua temannya yang tertembak dalam kontak tembak dengan Tim Satgas Polda Papua dan Tim Khusus Polres Nabire di Kampung Sanoba Atas Distrik Nabire, Kamis (30/04/2015), Pukul 10:40 waktu setempat.

Ketika tiba di sana (UGD RSUD), beberapa wartwan lain, Rein Windesi dari Metro TV dan  Firdaus dari TV sudah berada di sana. Yohanes meminta keterangan kepada komandan Timsus tetapi ditolak dengan alasan masih belum bisa berikan keterangan kepada siapa pun. Setelah itu, Yohanes masuk ke UGD untuk mengambil data tetapi belum boleh masuk ke sana.

Setelah sekitar 30 menit kemudian, Yohanes melihat banyak orang masuk keluar dii UGD. Ia juga masuk ke UGD untuk meminta keterangan soal para korban penembakan ini.  Di dalam, ia masih belum berhasil mendapatkan data. Ia haus dan keluar UGM untuk membeli minum. Pada saat itu, situasi di depan UGD RSUD Nabire dijaga super ketat.

Yohanes tidak sempat membeli minum dan kembali segera ke UGD karena ia merasa ada yang mengikutinya dari belakang. Setelah masuk ke UGD, Yohanes menemui dokter di bagian rekam medik. Ia duduk di kursi tempat rekam medik dan meminta data tetapi dokter mengatakan meminta data kepada dokter yang menangani korban. Saat terjadi komunikasi inilah Yohanes Kuayo ditangkap beberapa polisi dan dinaikan di atas mobil polisi.

Saat ia ditangkap (pukul 12: 00),  Yohanes sempat sampaikan bahwa ia adalah wartawan dan sedang melakukan peliputan jurnalistik. Tetapi, polisi tidak merespon. Hanphone milik Yohanes diambil polisi. Sementara tas lenser yang berisi, surat tugas, laptop, plas disk, dan buku diambil polisi lainnya. Tanpa bicara banyak, Yohanes dibawa ke kantor Tim Khusus Polres Nabire.

Sekitar Pukul 12:30 WIT, kami menemui komandan Tim Khusus Polres Nabire. Kami menyampaikan bahwa Yohanes Kuayo adalah wartawan dan sedang melakukan peliputan jurnalistik. Saat kami menemui Yohanes Kuayo di kantor Tim Khusus Polres Nabire, tangan sang wartawan dalam kondisi diborgor.  Kami meminta untuk segera dilepaskan. Borgol dilepas dan kami meminta alasan penangkapan.

Komandan Tim Khusus Polres Nabire mengatakan, Yohanes Kuayo ditangkap karena berada di areal sterill dengan mengenalan pakai bertuliskan “Free West Papua”. Lalu, kami sampaikan,  pakaian, noken, topi yang ada tulisan “Free West Papua” itu di mana-mana sudah beredar banyak. Bahkan ada pakaian yang bergambar bintang kejora.

Polisi kembali menjelaskan, situasinya tidak tepat. Pada saat itu, wilayah di sana sudah disteril dan ia mengenakan pakaian “Free West Papua” jadi mencurigakan. Karena itu, Yohanes Kuayo diamankan untuk diminta keterangan.

Sekitar Pukul 13:30 WIT, Yohanes diminta membeli pakaian baru untuk menggangi pakaian yang bertuliskan “Free West Papua”. Setelah membeli dan mengganti pakaian, Yohanes Kuayo diperbolehkan pulang ke rumah.  Demikian kronologi singkat. 

 

Berikut  beberapa link berita dan foto wartawan

http://majalahselangkah.com/content/-pemda-nabire-gelar-upacara-hari-otda-bangun-kemandirian-dalam-keutuhan-negara

http://majalahselangkah.com/content/-serahterima-jabatan-sekretaris-kpu-dogiyai-dilakuan-di-aula-polres-nabire

Satpol PP Pelayan Masyarakat dan Penegak Perda, Tak Dibenarkan Lakukan Kekerasan

http://majalahselangkah.com/content/sayembara-batik-papua-khas-nabire-digelar

http://majalahselangkah.com/content/dari-seminar-kompak-warga-papua-kembali-ke-pangan-lokal

http://majalahselangkah.com/content/-13-791-warga-nabire-akan-terima-dana-psks-mulai-15-april-mendatang

http://majalahselangkah.com/content/pekei-pelaksanaan-konferensi-ii-berdasarkan-sk-daw-mee-pagoo-klarifikasi-

http://majalahselangkah.com/content/-marko-okto-pekei-terpilih-jadi-ketua-dap-wilayah-mee-pagoo

http://majalahselangkah.com/content/-warga-sukikai-selatan-di-dogiyai-derita-penyakit-musiman-tapi-tak-ada-pelayanan-medis

http://majalahselangkah.com/content/tak-bertugas-sejak-10-juni-2014-bupati-dogiyai-diminta-ganti-kepala-distrik-suksel

http://majalahselangkah.com/content/facebook-hadirkan-layanan-pengiriman-uang

http://majalahselangkah.com/content/-tak-ada-layanan-medis-angka-kematian-kampung-abouyaga-meningkat

http://majalahselangkah.com/content/-329-siswa-sma-n1-nabire-siap-ikut-ujian-nasional

Selengkapnya tentang berita2 yang ditulis wartawab tersebut bisa dibaca di sini: http://majalahselangkah.com/author/jhon-kuayo/page-1

Foto wartawan bisa dilihat di  sini: http://majalahselangkah.com/images/upload/2014/05/27/20140527_125724_1308.jpg

Pimpinan Redaksi MAJALAH SELANGKAH

(www.majalahselangkah.com)

Yermias Degei

Yermias.degei@gmail.com