Komunitas internasional mendesak tindakan untuk membuka ruang kebebasan berekspresi di Papua

23 May 2013
Mr Frank La Rue
By: 
TAPOL

Setelah pembunuhan, penangkapan sewenang-wenang dan penggunaan kekuatan berlebihan dalam menghadapi demonstrasi damai di Papua pada 30 April dan 14 Mei, TAPOL dan 10 organisasi internasional mendesak Pelapor Khusus tentang Kebebasan Berekspresi untuk mengambil tindakan. Bersama dengan International Coalition for Papua, Survival International, Franciscans International, West Papua Advocacy Team, East Timor and Indonesia Action Network, West Papua Action Auckland, Australia West Papua Association (Sydney), Peace Movement Aorearoa, Pacific Media Centre and Pacific Scoop, TAPOL telah mengajukan informasi terperinci tentang penembakan kepada 3 orang yang menyebabkan kematian, dan penangkapan sewenang-wenang di Timia, Biak, Abepura dan Jayapura. Desakan ini menegaskan adanya pelanggaran terhadap hak untuk berekspresi dan berkumpul secara damai, juga resiko atas penyiksaan yang akan dihadapi oleh mereka yang saat ini berada dalam tahanan dan meminta Pelapor Khusus untuk mengangkat tema ini kepada pemerintah Indonesia.

Baca seruan mendesak

Baca kertas posisi