Demonstrasi Menuntut Pembebasan Tapol Papua

7 Mar 2014
Demonstrasi Mahasiswa UNCEN, Jayapura
By: 
TAPOL

Pada 2 April 2014, TAPOL akan mengadakan demonstrasi di luar Kedutaan Besar Republik Indonesia di London, Inggris untuk memprotes penahanan 76 tapol di Papua Barat dan menuntut pembebasan mereka dengan segera dan tanpa syarat. Amnesty International UK, Survival Internasional dan Free West Papua Campaign juga akan berada di demonstrasi ini.

Kami akan mengadakan protes visual, di mana 76 para demonstran akan menjadi ganti untuk tapol Papua. Setiap demonstran akan mewakili setiap tapol, dan akan duduk di lantai, diborgol dan mulut ditempel tutup. Ini diharap agar menimbulkan narasi utama untuk demonstrasi tersebut  – dimana jumlah tapol di Papua segera divisualisasikan. 76 tahanan diwakili oleh 76 demonstran. Setiap ‘tapol’ akan diidentifikasi dengan nama kartu dan bila tersedia, foto. Demonstran lain akan diundang untuk mengelilingi ‘tapol’ dengan plakat dan tanda-tanda untuk menambah suara ke protes tersebut. Materi kampanye untuk demonstrasi ini sudah tersedia lewat Dropbox. Tolong minta lewat alamat email campaigns@tapol.org kalau mau akses toolkit ini.

Kami memanggil kelompok LSM dan aktifis di seluruh dunia untuk bertindak dan berdiri dalam solidaritas dengan tapol Papua. Bergabunglah dengan kami dalam panggilan terhadap Pemerintah Indonesia untuk menghormati kebebasan berekspresi di Papua Barat dan membebaskan semua tahanan politik dengan segera tanpa syarat.

Kalau mau koordinasi demo di Negara atau kota Anda sendiri, silahakan hubungi Sofia Nazalya, +44 789 6294 372, sofia.nazalya@tapol.org untuk materi demonstrasi dan kampanye

Menurut laporan dari Orang Papua Di Balik Jeruji, jumlah tahanan politik telah bertambah lebih dari dua kali lipat pada tahun 2013 dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dan laporan penyiksaan dan penaniayaan terhadap tahanan politik juga meningkat. Hal ini menunjukkan kemerosotan yang signifikan dalam lingkungan untuk kebebasan berekspresi di Papua Barat. Masyarakat asli Papua terus ditahan karena kegiatan damai seperti mengibarkan bendera Bintang Kejora atau menghadiri demonstrasi dan acara-acara publik yang mengekspresikan perbedaan pendapat. Seringkali mereka didakwa dengan makar atau penghasutan yang dapat membawa hukuman penjara yang panjang. Aktivis damai sering didakwa dengan pidana kekerasan, berdasarkan bukti-bukti palsu dan saksian tidak dapat diandalkan. Walaupun banyak tapol telah di penjarakan sebagai akibat dari kegiatan politik damai mereka, ada lain yang kebetulan hanya berada di tempat dan waktu yang salah.

Jurnalis dan pengacara hukum sering menghadapi koersi, intimidasi dan kekerasan tertentu dari aparat keamanan yang terus menikmati kekebalan hukum yang berluasan. Sebagian besar Papua Barat masih tertutup kepada Jurnalis asing, LSM dan organisasi internasional, sehingga sulit untuk secara akurat melaporkan pelanggaran HAM saat ianya mengambil tempat.

Pesan langsung dari tapol Dominikus Surabut:

Salam dan hormat saya. Fisik dipisahkan kerena penjara, tapi roh dan semangatku bersama anda sekalian. Kita bersatu dan kuat pasti menang.”

Untuk informasi lebih lanjut: www.papuansbehindbars.org / www.tapol.org