Pemilu Aceh: Sebuah Keniscayaan

Jun 2009
TAPOL

Pemilu di Indonesia diselenggarakan lima tahun sekali, yang terakhir berlangsung bulan April 2009. Tetapi kali ini pemilu di Aceh, yang terletak di ujung pulau Sumatra, sangatlah berbeda. Untuk pertama kalinya, masyarakat Aceh memberikan suara dalam pemilihan yang bebas setelah didera konflik selama hampir tiga dekade. Gerakan Aceh Merdeka yang sebelumnya merupakan gerakan pemberontak sekarang berubah menjadi partai politik dan mempunyai kandidatnya sendiri dalam pemilihan daerah.

Aceh adalah satu-satunya provinsi di Indonesia yang warganya diperbolehkan mendirikan partainya sendiri. Enam partai lokal sudah diakui secara resmi: Partai Aceh (PA), Partai Suara Independen Rakyat Aceh (PSIRA), Partai Rakyat Aceh (PRA), Partai Daulat Aceh (PDA), Partai Bersatu Aceh (PBA), dan Partai Aceh Aman dan Sejahtera (PAAS).

Turut sertanya partai lokal merupakan terobosan yang sungguh penting, suatu revolusi minor dalam konteks sistem politik kesatuan Indonesia. Pemberontakan yang berkecamuk berturut-turut sejak lahirnya Republik Indonesia tahun 1945, tak hanya di pinggiran tetapi juga di tengah-tengah pulau Jawa, memperkuat pemberlakuan sistem yang sangat tersentralisasi. Meskipun pada tahun 1949 Indonesia menjadi negara federal, itu hanya berlangsung selama setahun lebih sedikit. Sejumlah pemberontakan, termasuk yang terjadi di Aceh, mengakibatkan adanya konsensus pada tahun 1958 di antara elite penguasa di Jakarta bahwa sistem kesatuan merupakan pilihan satu-satunya.

Pemberontakan yang meletus di Aceh tahun 1976 di bawah pimpinan GAM, mendapat banyak dukungan dari masyarakat. Setelah Suharto yang otoriter dipaksa turun pada bulan Mei 1998, terjadi banyak kemajuan dalam peristiwa politik di Aceh. Sementara militer berusaha menghancurkan gerakan independen, para pengambil keputusan di Jakarta menyadari bahwa penyelesaian politik merupakan satu-satunya jalan yang harus dilakukan. Aceh menjalani beberapa tahapan proses perdamaian, dengan dialog sebagai benang merahnya.

Untuk baca selengkapnya, file PDF bisa di download.