Kemenangan Bagi Politik Arus Utama di Indonesia

May 2009
TAPOL

Menyelenggarakan pemilu di negara besar seperti India dan Indonesia merupakan mimpi buruk logistik. Kedua negara ini telah mengadakan pemilu pada bulan April, yang berlangsung relatif aman walau banyak kekurangan. Meskipun banyak yang beranggapan bahwa menyelenggarakan pemilu merupakan bagian termudah dalam proses demokrasi, saat ini Indonesia dianggap sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia. Baru 10 tahun lamanya Indonesia lepas dari rezim otoriter yang telah bercokol selama 32 tahun dan bergabung kembali dengan jajaran rezim demokratis dunia.

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan tak kurang dari 17.000 pulau dan 232 juta penduduk. Meskipun terdapat 171 juta pemilih yang terdaftar, jumlah orang yang memberikan suara mereka dalam pemilu 9 April yang lalu hanyalah 104 juta, atau 61 persen dibandingkan dengan 84 persen pada tahun 2004 dan bahkan lebih banyak lagi di tahun 1999. Tak kurang dari 67 juta orang tidak memilih karena satu dan lain hal. Hal lain yang mengkhawatirkan adalah besarnya jumlah suara yang tak sah, yaitu sebesar 17 juta.

Secara umum kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) dianggap kurang baik dalam melakukan kompilasi daftar pemilih dan gagal memastikan bahwa pemilih mendapatkan informasi yang memadai mengenai prosedur pemilihan. Hal itu penting terutama karena banyaknya partai yang bertarung untuk memperebutkan kursi dan fakta bahwa pemilih memberikan suara tak hanya untuk parlemen nasional tetapi juga dewan perwakilan tingkat daerah dan provinsi serta kabupaten. Untuk pertama kalinya, pemilih diminta menandai pilihan mereka dengan menyontreng dan bukan mencoblos kertas suara—ini merupakan perubahan yang dapat membingungkan masyarakat yang tak terbiasa menggunakan pinsil dan pena.

Hasil pemilu

Pemenang pemilu 2009 jelas-jelas adalah Partai Demokrat, yang merupakan partai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ini tak mengherankan. Banyak jajak pendapat yang menempatkan presiden yang tengah memegang jabatan ini pada urutan pertama dalam tingkat popularitasnya. Ia menang telak dalam pemilu 2004. Dalam banyak hal duduk di kursi kepresidenan bukanlah perkara gampang. Selama empat tahun terakhir ini, Indonesia telah dilanda sejumlah bencana alam yang hebat, dimulai dengan tsunami yang dahsyat di Aceh dan Nias pada bulan Desember 2004. Lalu, pada bulan Mei 2006 semburan lumpur yang hebat melanda Jawa Timur, mengakibatkan tewasnya banyak warga dan ribuan hektar tanah tak dapat digunakan. Ribuan keluarga petani masih menderita karena ganti rugi yang tak memadai atas semburan lumpur yang diakibatkan oleh pengeboran gas oleh perusahaan milik anggota kabinet dalam pemerintahan SBY. Juga ada gempa hebat di Yogyakarta, dua tahun silam. Yang lebih parah lagi, ekonomi negara telah banyak terpengaruh oleh lesunya perekonomian global, yang dampaknya pertama kali dirasakan pada bulan April 2008 dan menerpa ekspor. Tetapi kepopuleran SBY tak terpengaruh oleh masalah ini.

To read the full 10 page update, please download the PDF file.

Tagged: Demokrasi, Pemilu